Portal situsprediksibola.org, Liga Champions UEFA menyajikan duel ketat saat FC Copenhagen vs Napoli. Laga fase grup ini berakhir 1-1, hasil yang mencerminkan perbedaan gaya bermain sekaligus intensitas tinggi sepanjang 90 menit.
Napoli sempat unggul lebih dulu lewat Scott McTominay pada menit ke-39, sebelum Copenhagen menyamakan kedudukan di paruh kedua melalui Jordan Larsson (72’). Pertandingan berlangsung keras dan penuh momentum, termasuk kartu merah yang mengubah dinamika laga.
Baca Juga: Tottenham vs Dortmund 2-0: Spurs Tangguh di Liga Champions
Babak Pertama: Napoli Efektif, Copenhagen Kehilangan Kendali
Tuan rumah membuka laga dengan pendekatan agresif, namun Napoli tampil lebih rapi dalam mengelola tempo. Meski penguasaan bola condong ke tim tamu, Copenhagen beberapa kali memanfaatkan transisi cepat untuk menekan garis pertahanan Napoli.
Titik balik terjadi menjelang turun minum. Gol McTominay lahir dari pergerakan lini kedua yang terlambat dijaga, membuat Napoli unggul 0-1. Situasi semakin berat bagi Copenhagen setelah Thomas Delaney menerima kartu merah pada menit ke-35, memaksa tuan rumah bermain dengan sepuluh pemain sejak akhir babak pertama.
Babak Kedua: Respons Copenhagen dan Gol Penyeimbang

Alih-alih bertahan total, Copenhagen justru menaikkan intensitas selepas jeda. Perubahan pendekatan ini berbuah hasil ketika Jordan Larsson mencetak gol penyeimbang pada menit ke-72, memanfaatkan celah di sisi kanan pertahanan Napoli.
Napoli mencoba kembali menekan dengan dominasi penguasaan bola, namun efektivitas di sepertiga akhir menurun. Beberapa peluang bersih gagal dikonversi, sementara Copenhagen bertahan disiplin hingga peluit akhir.
Statistik Pertandingan: Napoli Dominan, Copenhagen Efisien
Secara angka, Napoli unggul signifikan:
- Penguasaan bola: 68%
- Total tembakan: 19 (7 tepat sasaran)
- Operan: 683 dengan akurasi 93%
Sebaliknya, Copenhagen bermain lebih langsung:
- Penguasaan bola: 34%
- Total tembakan: 4 (4 tepat sasaran)
- Tendangan sudut: 1
Perbedaan statistik ini menegaskan dominasi Napoli, namun ketajaman dan ketahanan mental Copenhagen menjadi faktor penyeimbang.
Baca Juga: Manchester United vs Manchester City 2-0, Derby Manchester Milik Setan Merah
Momen Kunci yang Menentukan Jalannya Laga
Kartu merah Delaney menjadi momen krusial yang sempat memberi keuntungan Napoli. Namun, kegagalan memaksimalkan keunggulan jumlah pemain membuat tim tamu kehilangan kendali di babak kedua.
Selain itu, penalti yang gagal dieksekusi Jordan Larsson sebelum akhirnya mencetak gol menunjukkan betapa tipisnya margin di laga ini—detail kecil yang menentukan hasil akhir.
Dampak Hasil Imbang di Klasemen Grup

Tambahan satu poin menjaga peluang kedua tim tetap terbuka. Napoli masih berada dalam posisi kompetitif berkat selisih gol dan konsistensi performa, sementara Copenhagen mendapatkan dorongan moral besar setelah bangkit dengan sepuluh pemain.
Hasil ini juga memperketat persaingan grup, membuat laga-laga berikutnya semakin krusial bagi kedua tim dalam perburuan tiket ke babak gugur.
Kesimpulan
Hasil Copenhagen vs Napoli 1-1 adalah gambaran nyata bahwa dominasi statistik tidak selalu berbanding lurus dengan kemenangan. Napoli menguasai permainan, tetapi Copenhagen menunjukkan karakter dan efisiensi yang patut diapresiasi.
Dengan fase grup yang masih menyisakan pertandingan penting, kedua tim dituntut meningkatkan konsistensi. Laga ini menjadi pengingat bahwa setiap detail—disiplin, eksekusi, dan manajemen momentum—dapat menentukan nasib di Liga Champions.